Memahami Cara Kerja Uang, Oleh "Jamil Azzaini"

Pahami kerja uang

Banyak orang yang sudah merasa bekerja atau berbisnis banting tulang tetapi tetap merasa tidak punya uang. Kata teman saya “uang sudah disembah tetapi hidup masih susah payah.” Agar kita tidak menjadi budak uang dan bisa menjadi tuan bagi uang, kita perlu tahu dan paham cara kerja uang.

Pertama, uang jangan dikejar. Ternyata, tabiat uang itu semakin dikejar, ia akan semakin lari dan menjauh. Untuk mudah menangkap banyak ikan, bukan dengan cara mengejar ikan tetapi dengan cara memberi pakan atau umpan bagi ikan. Saat pakan kita berikan maka banyak ikan akan datang mendekat sehingga kita mudah menangkapnya.

Begitu pula saat kita ingin mendapatkan banyak uang. Bukan dengan cara mengejarnya tetapi dengan cara memberi umpan. Nah, umpan bagi uang adalah value added (nilai tambah) dan keahlian. Semakin besar nilai tambah dan keahlian Anda maka uang akan berebut mendekat. Para karyawan yang fokus meningkatkan nilai tambah dan keahlian akan jauh lebih cepat karirnya dibandingkan karyawan yang hanya fokus menuntut kenaikan gaji namun miskin prestasi.

Begitu pula pebisnis yang memiliki banyak nilai tambah dan keahliannya membuat produk atau jasa yang bisa memberikan solusi banyak orang sangat terlatih maka pebisnis ini akan dikejar-kejar uang. Contohnya gojek, ojek online ini memberikan solusi kepada jutaan orang maka sang penggagasnya dikejar-kejar rezeki. Bahkan mengantarkannya menjadi orang terkaya ke 50 di Indonesia. Semakin banyak manfaat yang bisa kita berikan kepada banyak orang, semakin banyak uang yang mengejar kita.

Kedua, uang senang didistribusikan. Uang yang kita terima sebaiknya segera didistribusikan dalam bentuk investasi atau sedekah bukan disimpan. Nilai uang itu semakin menurun sehingga bila terlalu lama disimpan nilainya justeru semakin berkurang. Meski jumlahnya tetap tetapi nilainya menurun.

Semakin banyak uang yang diinvestasikan dan atau disedekahkan maka semakin banyak uang yang akan datang kepada kita. Guru bisnis saya berseloroh “uang yang kamu didistribusikan akan ngajak teman-temannya untuk mendekat kepada kamu. Sementara uang yang kamu simpan, ia tidak punya teman, gak ada yang diajak untuk mendekati kamu. Jadi, berapapun penghasilan kamu pastikan ada yang diinvestasikan dan atau disedekahkan.”

Ketiga, uang tidak suka digunakan untuk hal yang merusak. Saat uang yang kita dapatkan kemudian dimanfaatkan untuk hal yang merusak maka itu akan mengundang kerusakan yang lain. Pengeluaran untuk hal-hal yang tidak perlu semakin meningkat, uang menjadi “panas” dan inginnya terlepas dari tangan kita untuk hal-hal yang tidak berguna.

Apakah selama ini Anda sibuk menambah value added dan keahlian?
Apakah Anda lebih fokus mengatur distribusi uang?
Apakah Anda menggunakan uang Anda untuk hal yang berguna?

Apabila jawabannya Tidak, kemungkinan Anda kesulitan keuangan atau kalau punya uang, jumlahnya bisa mudah diingat.

Salam SuksesMulia


Jamil azzaini